Konteks
Artikel ini adalah walk-through nyata (dengan detail disamarkan) dari bagaimana kami mengerjakan sebuah feature dalam sprint. Tujuannya bukan untuk menunjukkan bahwa AI "ajaib" — tapi untuk memberikan gambaran jujur tentang seperti apa pekerjaan ini sebenarnya.
Feature: Dashboard analytics untuk platform SaaS — menampilkan revenue metrics, user growth, dan churn rate dengan filter date range dan export CSV.
Timeline yang diberikan: 2 hari.
Tim yang terlibat: 1 developer + AI agent.
Hari Pertama: Foundation
Pagi (2 jam) — Planning & Context Setup
Sebelum menulis kode, developer luangkan waktu untuk:
1. Breakdown requirements menjadi task-task spesifik:
- API endpoint untuk metrics dengan date range filtering
- Chart components (line chart untuk growth, bar untuk revenue)
- Filter UI dengan date picker
- Export CSV functionality
- Loading states dan error handling
2. Update context file dengan informasi relevan:
- Struktur database yang ada (tabel users, subscriptions, transactions)
- Existing API patterns yang digunakan di project ini
- Chart library yang sudah terpasang (Recharts)
3. Buat test scenarios untuk acceptance criteria:
- API mengembalikan data yang correct untuk date range yang diberikan
- Chart renders dengan data yang benar
- Export CSV mengandung semua kolom yang diharapkan
- Filter perubahan trigger re-fetch data
Siang (3 jam) — Backend
Dengan context yang sudah disiapkan, developer minta AI generate:
- Database queries yang dioptimasi (developer review untuk N+1 issue dan missing index)
- API endpoint dengan proper validation dan error handling
- TypeScript types untuk response data
Hasilnya: ~80% langsung bisa digunakan. ~20% butuh adjustment — terutama query optimization yang spesifik untuk dataset kami.
Developer focus di sini pada: review query plan, pastikan tidak ada data yang bisa bocor antar tenant, dan validasi bahwa edge cases (user baru tanpa data, date range yang terlalu lebar) di-handle dengan benar.
Sore (2 jam) — Frontend skeleton
AI generate komponen dasar: chart wrappers, filter UI, loading states. Developer review untuk: accessibility basics, konsistensi dengan design system, dan pastikan component structure yang benar untuk reusability.
Hari Kedua: Polish & Testing
Pagi (2 jam) — Test implementation
Dengan test scenarios yang sudah ditulis hari pertama, AI generate test code. Developer review untuk memastikan:
- Test benar-benar menguji hal yang penting
- Mocks tidak terlalu naive (contoh: mock database yang berperilaku berbeda dari real database)
- Edge cases yang paling penting ter-cover
Siang (2 jam) — CSV export & polish
CSV export diimplementasikan dengan AI. Satu bug ditemukan oleh test: karakter koma dalam nama field menyebabkan CSV malformed. AI memperbaiki dengan proper quoting. Ini contoh di mana TDD benar-benar bekerja — bug yang mungkin terlewat di manual testing tertangkap otomatis.
Polish UI: animasi loading, empty states, responsive layout. AI yang paling banyak pegang ini, developer review dari sisi UX feel.
Sore (1.5 jam) — Final review & deployment
- Code review manual untuk security (terutama: apakah ada cara user bisa akses data tenant lain?)
- Run full test suite: semua pass
- Deploy ke staging, manual testing oleh developer
- Deploy ke production
Sisa waktu: Dokumentasi, update project notes, dan — karena selesai lebih cepat dari 2 hari — mulai task berikutnya.
Refleksi Jujur
Yang bekerja dengan baik:
- AI sangat membantu untuk boilerplate dan common patterns
- Context file yang baik menghasilkan kode yang konsisten dengan codebase
- Test yang ditulis di awal benar-benar menangkap bug yang penting
Yang masih butuh manusia:
- Query optimization yang spesifik untuk data model kami
- Security review — AI flagged beberapa, tapi final human review masih penting
- "Does this feel right?" untuk UX decisions
Estimasi time savings: Task yang mungkin butuh 4-5 hari selesai dalam 2 hari. Tapi ini bukan berarti developer "menganggur" — waktu yang dihemat digunakan untuk review yang lebih dalam, planning sprint berikutnya, dan komunikasi dengan klien.
Ini adalah bentuk leverage, bukan replacement.
Ahmad Muhyidin
Founder & Lead Developer, Idin Studio
Tertarik membangun produk dengan AI-augmented workflow?
Kami gunakan pendekatan ini di setiap project klien.
Diskusi Project Kamu