Klien
Inviboo (Idin Studio own product)
Masalah
Wedding tech di Indonesia padat dengan template tapi tipis dari sisi product depth. Pasangan butuh lebih dari sekadar URL semalam — mereka mau tempat yang menyimpan ceritanya, menampung foto, mendaftar vendor, dan tetap berguna setelah hari H. Tool yang ada saling jiplak template undangan atau dorong SaaS Barat generik yang tidak ngerti alur pernikahan Indonesia, struktur keluarga, atau kebiasaan bayar. Inviboo ada untuk menutup gap itu, sekaligus memberi Idin Studio produk domain-specific yang dikuasai end to end.
Kendala
- Desain Indonesia-first — alur pernikahan, struktur keluarga, dan tipe acara harus terasa native, bukan terjemahan
- Copy Bahasa Indonesia pakai 'kamu' — hangat, personal, bukan korporat
- Toleransi bandwidth rendah — tamu buka undangan dari 3G di kota daerah, bukan fiber Jakarta
- Payment rail lokal — virtual account, e-wallet, dan QRIS harus jalan bareng kartu
- Harga yang masuk akal untuk dompet Indonesia — tier per event mulai gratis sampai Rp 149K, paket keluarga Rp 299K per tahun
- Produk dijalankan dengan disiplin engineering yang sama seperti yang kami jual ke klien — bukan dikorting karena ini milik sendiri
Pendekatan Kami
Inviboo jalan di stack dan workflow agentic yang sama dengan project klien Idin Studio yang berbayar. Backend Go dengan router Chi di atas PostgreSQL — 60+ handler, 150+ migrasi, sudah matang untuk menjalankan SaaS kecil hari ini. Frontend Next.js 15 dengan Tailwind v4, saat ini sekitar 60% — landing publik, alur demo, dan invitation builder inti sudah polished, sementara vendor profile dan beberapa area admin masih dalam proses. Tagline yang sudah live di landing: 'Undangan Digital yang Ngerti Kamu' — positioning produk bertumpu pada pemahaman terhadap pengguna, bukan jumlah template. Kami rilis terbuka, dogfood setiap release di pernikahan nyata, dan perlakukan early user sebagai design partner.
Tech Stack
Hasil
- Landing page live di inviboo.com dengan demo yang jalan dan tagline 'Undangan Digital yang Ngerti Kamu'
- Backend sekitar 75% matang — 60+ handler dan 150+ migrasi yang menangani undangan, RSVP, vendor profile, dan lifecycle event
- Frontend sekitar 60% — invitation builder dan alur inti sudah rilis, vendor profile dan sebagian admin masih dalam proses
- Testimoni asli dari pasangan Indonesia asli — Idin & Novi, Dudi & Elsa, dan lainnya — memakai produk ini di pernikahan mereka sendiri
- Tiga tier harga yang disesuaikan dompet lokal — Traktir per event, Premium Rp 149K per event, Keluarga Rp 299K per tahun
- Pre-revenue secara sengaja — belum ada paying user, fokusnya pada kedalaman produk dan product-market fit sebelum monetisasi
Kenapa ini penting
Inviboo adalah cara Idin Studio mendapatkan hak bicara tentang produk untuk pasar Indonesia. Kami jalankan disiplin engineering yang sama di produk sendiri seperti di engagement klien — dan kami tanggung risiko yang sama yang klien tanggung, dengan waktu dan uang kami sendiri. Pengerjaannya bertumpuk: setiap pattern yang kami matangkan di Inviboo — backend Clean Architecture, workflow agentic, default lokalisasi — jadi aset yang reusable di project klien. Pre-revenue hari ini, tapi produknya nyata, testimoninya nyata, dan codebase-nya jalan.